Pertahankan Menjadi Sekolah Riset

Sebanyak 25 siswa-siswi kelas 7 ikuti workshop Karya Ilmiah Remaja  (KIR) yang diselenggarakan Bidang Kesiswaan Sekolah.

Kegiatan ini didukung oleh Komite Sekolah dan wali murid. 

Workshop yang dibuka pada tanggal 2-3 Februari 2017 lalu, menghadirkan berbagai narasumber .

Diantaranya guru dan pembimbing penelitian dari SMA Taruna Nusantara Magelang, Kuncoro Puji Raharjo, Plt Kepala Dinas Kominfo dan Persandian Kota  Yogyakarta, Ignatius Tri Hastono.

Kuncoro yang banyak membawa siswa bimbingannya meraih juara nasional dan internasional ini menjelaskan mengenai penggalian ide dan gagasan dari suatu persoalan yang muncul.

Selain itu penjelasan lainnya berupa langkah yang harus dilakukan untuk melakukan penelitian. 

Sedangkan Tri Hastono memaparkan informasi mengenai potensi Kraton Yogyakarta sebagai bagian yang menarik untuk diteliti.

Usai pemaparan narasumber yang dipandu oleh guru pembimbing KR, Maria Felka melakukan diskusi kelompok untuk memunculkan ide dari apa yang disampaikan pembicara. 

Turun membantu kegiatan dan diskusi, para guru seperti Abdurrahman,  Sekhah Efiati , para guru di bidang kesiswaan dan pembimbing ekstra kurikuler KIR, Mas Moro serta  para orantua murid kelas 9, yakni Dr Akida Mulyaningtyas, Anna Rakhmawati SSi Msi dan Primaswolo Sudjono. 

Dihari kedua, para siswa mengunjungi lapangan di Kawasan Kraton Yogyakarta yang dilanjutkan diskusi kembali di Pendopo Kecamatan Gondomanan. 

Dalam diskusi ini, siswa dibantu oleh anggota Sagasitas. 

Kepala Sekolah berharap, workshop ino dapat memunculkan peneliti belia, sehingga dapat menjadi penerus prestasi kakak kelasnya sebelumnya.

Selain itu, harapannya SMPN 5 Yogyakarta betul betul menjadi sekolah riset di Yogyakarta. 

Ditahun 2017, SMPN 5 Yogyakarta berhasil membawa 2 emas dan 1 perak dalam Lomba Penelitian Siswa Nasional (LPSN) di Jakarta.

Salah satu peraih emas, M Hanif Wicaksono dan M Raditya Ramadhan dipilih oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mewakili Indonesia dalam Expo Science di Meksiko, Desember 2017 lalu. 

Dan  salah satu peraih Perak LPSN 2017, Zahira Mafaz dan Sheila Tirta Ayu Murti terpilih mewakili Indonesia dalam kompetisi riset internasional, Asia Pasifik Conference of Young Scientists (APCYS) di Thailand, Desember 2018 mendatang.

Koordinator kegiatan, Maria Felka menjelaskan, dari hasil workshop, cukup banyak persoalan yang bisa digali siswa, sehingga menghasilkan 11 judul penelitian yang dikembangkan. 

Setelah workshop kelas 7, akan diikuti dengan pelatihan untuk kelas 8. (*)