Penerapan SKS Murni SMPN 5 Yogyakarta Sesuai Dengan Kemampuan Siswa

Sebagai Sekolah Rujukan Penyelenggara Sistem Kredit Semester (SKS) Murni, SMPN 5 Yogyakarta akan menyelenggarakan tes penempatan SKS bagi peserta didik baru pada Selasa (10/7/2018) besok.

Adapun tes yang akan diujikan besok pagi pukul 07.30 - 10.00 WIB yakni tes akademik, sedangkan untuk tes psikologi akan diujikan pada 14 Juli mendatang.

Kepala SMPN 5 Yogyakarta, Suharno mengatakan, tes penempatan SKS yang akan diselenggarakan pada Selasa besok ini dipersiapkan bagi siswa yang ingin mengambil 4 semester.

"Tes penempatan SKS kita mulai untuk siswa yang memilih 4 semester. Tes untuk yang 6 dan 8 semester masih kita rencanakan lagi," ujar Suharno pada Senin (9/7/2018).

Ia melanjutkan, syarat untuk mengikuti tes akademik ini adalah peserta didik yang memiliki rata-rata 8.80 atau memiliki Nilai Ujian Nasional (NUN) sedikitnya 260.00 

Selain itu peserta didik diminta untuk membawa fotokopian rapot kelas 4 hingga 6.

"Tes penempatan SKS 4 semester ini kita berikan kepada anak-anak yang punya kemauan, jadi tidak ada paksaan," lanjutnya.

Penerapan SKS Murni di SMPN 5 Yogyakarta ini akan disesuaikan dengan kemampuan para siswa.

Dari hasil PPDB untuk jalur prestasi, perolehan nilai tertinggi sebesar 297.40, sedangakan nilai terendah 274.20.

Sedangkan untuk jalur zonasi, perolehan nilai tertinggi sebesar 283.70, sedangakan nilai terendah 133.20.

"Jangan ada kesan kami menolak siswa. Tes akademik ini untuk menentukan jumlah SKS yang diambil sesuai kemampuan siswa," ujarnya.

Adapun daya tampung SMPN 5 Yogyakarta sebanyak 320 siswa dengan rincian untuk jalur prestasi sebanyak 64 siswa, jalur khusus sebanyak 9 siswa dan jalur zonasi sebanyak 247 siswa.

Lebih lanjut ia menjelaskan, nantinya dari jumlah siswa yang mengikuti tes penempatan SKS, akan diseleksi menjadi 32 siswa yang akan ditempatkan dalam satu kelas.

"Untuk yang 4 semester, kita hanya punya satu kelas yang diisi 32 siswa," tuturnya ketika ditemui di ruangannya.

Suharno menyampaikan, sedangkan tes penempatan sistem SKS bagi yang menempuh 6, 8 dan 10 semester, pihaknya masih akan melihat dari hasil rapor kesehariannya.

"Kita masih melihat rapot kesehariannya. Misal ada siswa yang NUNnya jatuh karena waktu UN sedang sakit, kita lihat rapotnya, ternyata layak masuk 6 semester. Kita pakai ukuran itu dan kita punya standar pengelompokan itu," jelas dia.

Sedangkan untuk pembiayaan soal tes akademik, pihaknya telah bekerjasama dengan UGM untuk menyiapkan soal.

Dalam tes akademik ini, yang akan diujikan adalah mata pelajaran yang diujikan dalam Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN).

"Untuk soal semacam soal yang ada dalam USBN, hanya tingkat kesulitannya akan lebih kita tingkatan," beber dia.

Untuk itu pihaknya berpesan agar peserta didik yang akan melakukan tes penempatan sistem SKS dapat mempersiapkan dengan sebaik - baiknya.

"Laksanakan assesment dengan serius. Siap belajar dengan baik dan tentunya orangtua siap mendukung putra-putrinya," terang dia.