WORKSHOP PENULISAN CERPEN

Dalam rangka Bulan Bahasa, SMPN 5 Yogyakarta bekerja sama dengan ekskul Jurnalistik Pawitikra menyelenggarakan workshop penulisan cerpen. Workshop dilaksanakan pada Jumat, 20 November 2020 melalui daring pada pukul 13.00 dengan google meet, peserta yang mengikuti workshop ini sejumlah 35 peserta yang terdiri dari Bapak-Ibu guru dan siswa-siswi SMPN 5 Yogyakarta. Dengan workshop ini diharapkan para peserta mampu mengembangkan kemampuan dalam bidang menulis cerpen. Ekskul Jurnalistik menggandeng narasumber cerpenis dan budayawan, yaitu Bapak Latief Nur Rochman yang merupakan produser penerbitan cerpen anak di Kedaulatan Rakyat (KR) dan Bapak Heri Mardiyanto yang merupakan bagian dari komunitas sastra Balai Bahasa.

Kegiatan workshop penulisan cerpen bertujuan untuk memberikan bekal menulis pada generasi muda pada umumnya, terlebih bagi yang menggemari sastra. Diharapkan para peserta kegiatan bertambah produktif dalam menulis cerpen dan mau ikut serta mengirimkan hasil karyanya untuk mengikuti lomba penulisan sastra yang diadakan daerah maupun tingkat nasional. Kegiatan ini dilakukan dengan pemberian teori menulis kemudian peserta diberikan kesempatan untuk praktik membuat cerpen. Tulisan hasil praktik peserta kemudian diulas oleh pemateri dan diberikan komentar nantinya.

“Kegiatan ini sangat kaya akan manfaat, antusiasme para siswa dalam mengikutinya sudah bagus. Harapan saya, siswa-siswi yang mengikuti workshop ini nantinya dapat memiliki minimal dua karya yang benar-benar berkualitas dan memiliki nilai pelajaran yang tinggi,” tutur Dra. Nuryani Agustina, M.Pd. selaku kepala sekolah saat memberikan sambutan dan membuka workshop.

 “Workshop ini merupakan kegiatan pertama Ekskul Jurnalistik sejak pandemi koronavirus beberapa bulan lalu,” kata pengampu jurnalistik pawitikra, Aditya pada jumat lalu.

“Workshop diadakan karena minimnya karya yang dihasilkan oleh para siswa-siswi, khususnya menulis karya fiksi,” lanjut Aditya.

Heri Mardiyanto mengatakan bahwa  para remaja harus tau  pentingnya piawai dalam menulis, khususnya karya fiksi atau sastra. 

“Pesan-pesan yang disampaikan melalui sastra dapat menggugah masyarakat luas karena keindahan bahasa yang digunakan. Karya fiksi, termasuk cerita pendek dapat menjadikan wadah untuk menuangkan segala imajinasi yang masih murni pada remaja. Karya yang dihasilkan akan lebih orisinal dan memiliki ide-ide yang polos dari para pelajar,” papar Heri Mardiyanto.

Para narasumber memaparkan bahwa dalam menulis cerpen, para siswa harus mampu menggali detail enam pokok kekuatan sebuah cerpen sehingga menarik untuk dibaca dan memberikan manfaat bagi pembacanya. Pertama, ide ceritanya menarik, orisinal (belum pernah ditulis orang, atau jarang ditulis orang). Kedua, karakter tokohnya unik, menimbulkan penasaran, menimbulkan simpati, dan lain-lain. Ketiga, konfliknya kuat sehingga pembaca penasaran bagaimana akhir cerita tersebut. Keempat, latar ceritanya harus menarik, seakan-akan pembaca hadir di sana. Kelima, plot (alur cerita)-nya bagus dan tidak mudah ditebak. Keenam, solusi yang ditawarkan oleh penulis harus baik, adil, memberikan inspirasi.

 “Syukur Alhamdulillah acara ini berjalan dengan lancar tanpa kendala apapun. Semuanya berkat ridho dari Allah SWT yang memberikan segala kelancaran. Terima kasih juga pada Bapak/Ibu guru dan para siswa ekskul jurnalistik yang telah menyiapkan acara ini dengan baik,” tutur Dra. Sri Astuti selaku ketua panitia.